Tantrum Si Kecil? Tenang, Kita Bisa Mengatasinya dengan Cinta!
Pernahkah kamu merasa frustrasi saat si kecil tantrum? Teriak, tendang, dan air mata yang mengalir deras bisa membuat kita panik dan kehilangan kendali. Tapi tenang, teman-teman! Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan anak, dan kita bisa mengatasinya dengan cinta dan kasih sayang.
Di balik tantrum, ada emosi yang ingin diungkapkan. Anak-anak, terutama di usia balita, masih belajar mengendalikan emosi mereka. Ketika mereka merasa frustrasi, sedih, lelah, atau takut, mereka mungkin melampiaskannya dengan tantrum.
Jadi, bagaimana kita bisa mengatasi tantrum si kecil dengan cinta?

1. Kenali Penyebab Tantrum:
- Ketahui tanda-tanda tantrum: Perhatikan bahasa tubuh anak, seperti wajah memerah, napas tersengal-sengal, atau tangan mengepal.
- Cari tahu pemicunya: Apakah tantrum terjadi saat anak lelah, lapar, atau ingin sesuatu yang tidak bisa mereka dapatkan?
- Bersikap tenang: Saat anak tantrum, kita perlu tenang dan tidak ikut panik.
2. Berikan Ruang dan Keamanan:
- Cari tempat aman: Pindahkan anak ke tempat yang aman dan tenang, seperti kamar tidur atau sofa.
- Beri ruang: Biarkan anak melampiaskan emosinya tanpa gangguan.
- Jangan menghukum: Menghukum anak saat tantrum justru akan memperburuk situasi.
3. Validasi Emosi Anak:
- Akui perasaan anak: Katakan, “Aku tahu kamu merasa marah/sedih/kecewa.”
- Dengarkan dengan penuh perhatian: Biarkan anak mengeluarkan emosinya tanpa dipotong.
- Jangan meremehkan perasaan anak: Perasaan anak, meskipun terlihat sepele, penting untuk mereka.
4. Ajarkan Cara Mengatasi Emosi:
- Berikan pilihan: Tawarkan beberapa pilihan kepada anak untuk membantu mereka merasa lebih terkendali.
- Ajarkan kata-kata untuk mengungkapkan emosi: Ajarkan anak kata-kata seperti “marah,” “sedih,” “kecewa,” dan “senang.”
- Berikan contoh: Tunjukkan kepada anak bagaimana kamu mengatasi emosi dengan cara yang sehat.
5. Berikan Pelukan dan Pujian: