Jangan Panik! Atasi Tantrum Anak dengan Santai (Plus Trik Jitu yang Dijamin Ampuh!)
“Aduh, anakku ngamuk lagi! Apa yang harus kulakukan?!”
Pernah ngalamin perasaan ini, Moms dan Dads? Ngga usah panik dulu, karena tantrum anak adalah hal yang wajar dan dialami oleh hampir semua anak.
Sebenarnya, apa sih tantrum itu?

Tantrum adalah ekspresi emosi yang kuat dan tidak terkontrol yang ditunjukkan oleh anak, biasanya dengan menangis, berteriak, menendang, atau memukul. Tantrum biasanya muncul pada anak usia 2-4 tahun, saat mereka sedang belajar mengontrol emosi dan berkomunikasi.
Kenapa sih anak-anak ngalamin tantrum?
Ada beberapa faktor yang bisa memicu tantrum, seperti:
-
- Kelelahan: Anak yang lelah cenderung lebih mudah marah dan frustrasi.
- Kelaparan: Perut kosong bisa membuat anak menjadi sensitif dan mudah tersinggung.
- Kurang tidur: Tidur yang cukup sangat penting untuk perkembangan emosi anak.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2928013/original/044918200_1569998817-begini-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak-alodokter.jpg)
- Kecewa: Ketika anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka mungkin akan merasa kecewa dan melampiaskannya dengan tantrum.
- Ketidakmampuan berkomunikasi: Anak-anak yang belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata mungkin akan menggunakan tantrum untuk berkomunikasi.
Tenang, Moms dan Dads! Ada Cara Mengatasinya!
Tantrum memang menyebalkan, tapi jangan panik. Berikut ini beberapa tips jitu untuk mengatasi tantrum anak:
1. Tetap Tenang dan Sabar
Saat anak ngamuk, reaksi pertama yang harus kamu lakukan adalah tetap tenang dan sabar. Tantrum anak adalah cerminan dari emosinya yang belum terkontrol. Jika kamu ikut panik, situasi akan semakin runyam.
2. Beri Anak Ruang
Jangan langsung mendekat saat anak ngamuk. Beri mereka ruang untuk melampiaskan emosinya. Kamu bisa berada di dekat mereka, tapi jangan ikut campur.
3. Validasi Perasaan Anak
Pahami dan akui perasaan anak. Katakan sesuatu seperti, “Aku mengerti kamu sedang marah karena…” atau “Kamu sedih karena…” Dengan mengakui perasaan mereka, kamu membantu mereka merasa didengarkan dan dipahami.
4. Ajarkan Strategi Mengatasi Emosi
Ajarkan anak cara mengelola emosi mereka. Kamu bisa mengajak mereka bernapas dalam-dalam, menghitung sampai sepuluh, atau melakukan kegiatan yang mereka sukai untuk menenangkan diri.
5. Berikan Pilihan
Berikan anak pilihan yang terbatas untuk membantu mereka merasa lebih berdaya. Misalnya, “Mau minum susu atau makan biskuit?” atau “Mau main mobil-mobilan atau lego?”
6. Hindari Hukuman
Hukuman tidak akan menyelesaikan masalah. Justru, hukuman akan membuat anak merasa tidak aman dan semakin sulit mengontrol emosi mereka.
7. Tetapkan Batas yang Jelas
Berikan batasan yang jelas dan konsisten untuk anak. Misalnya, “Tidak boleh memukul” atau “Tidak boleh melempar mainan.”